Monday, January 11, 2010

Ngekost Di Penjara

"Agenda hari ini : Ganti cet kamer dengan warna baru. Ganti layout kamer kost. Bersih2 karena ada tamu bisnis yang penting. Pasang home theater baru. Ganti karpet baru. Ke spa sekalian facial, krimbat, menikur dan pedikur dan juga ganti warna rambut"

Melihat berita tadi siang, ada sesuatu yang menggelitik saya yaitu Sidak SatGas Anti Mafia Hukum di Rutan Pondok Bambu. Beberapa narapidana "mendapatkan" fasilitas khusus bahkan mewah untuk seorang narapidana. Bagaimana tidak, narapidana kasusu suap saja mempunyai kamar ukuran 8x8m dengan fasilitas didalamnya yaitu seperti kulkas, ac, tv flat, toilet mewah, templat tidur yang empuk bahkan kamernyapun sebenarnya bukan kamer untuk narapidana tetapi sebuah ruangan (kantor) yang disulap menjadi kamer. Belum lagi mempunyai pembantu juga. wowow..

Masih di tempat yang sama, narapidana yang lain bahkan ada tambahan ruang karaoke segala ! hmmm..

Seorang artis yang yang menjadi narapidana kasus pembunuhan, walaupun tidak semewah dua narapidana diatas tetapi kamernya bisa disebut juga mewah untuk ukuran seorang narapidana.

Apakah ini suatu kekuatan atas nama orang penting atau orang yang berduit??

Contoh diatas sama halnya mereka "cuma ngekost" atau "ngontrak" kamer di penjara. Dan untuk menutupi kesan sedang ngekost atau ngontrak di penjara, tampilan kamernya pun diperindah. Tembok di cet ualng. Ditutupi ma wallpaper harga mahal. Dipajang foto2, dikasih sekat sebagai pemisah, kursi sofa dan meja sebagai ruang tamu. Pintu jeruji besi pun di sulap menjadi pintu biasa dengan hiasan rumbai2 yang menari dan mungkin di kasih lonceng ato bel sekalian bagi tamu yang mau bertamu plus pasang agenda kecil di depan pintu kamer "kost".


+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

"Ting..tong.. Ting..tong.." Si tamu memencet bel

"Ya tunggu sebentar.. lagi nanggung pake dresscode untuk acara ketemu klient neh.." jawab yang punya "kost"

"Bi Ajah.. Tolong bukain pintu buat tamu. Suruh langsung mereka masuk dan nunggu sebentar" Kata yang "ngekost" ke pembantunya.

"Jangan lupa buatin minum dan makanannya. Kue2 parcel kiriman para rekan bisnis yang kemarin di buka aja daripada gak kemakan" Tambah yang "ngekost" ke pembantunya.


Kira2 adegan seperti ilustrasi diatas terjadi juga gak ya??

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++


Narapidana yang lain saling berdesak2an, berbaur menjadi 1 dalam kamer yang sempit tetapi mereka, dengan dasar "aku ini orang penting" (katakanlah begitu) bisa "menyewa kamer di penjara" untuk mereka gunakan sendiri dengan fasilitas yang tergolong mewah.

Apakah seperti itu hukum di negara kita ini?? Dimana hukum tersebut bisa "memilih sendiri" (terlalu "malu" saya memakai kata "hukum bisa dibeli") bagaimana memperlakukan narapidana yang termasuk golongan kelas eksekutif, kelas bisnis atau mana narapidana yang termasuk kelas ekonomi bahkan kelas super ekonomi??

Apa mungkin juga sel2 mewah tersebut punya semacam detektor, mana yang layak mana yang layak jadi penghuni dan mana yang tidak layak?? Jika sel mewah tersebut merasa "cocok" dengan sorang napi, maka dengan senang hati sel tersebut akan membukakan pintunya untuk si napi tersebut tetapi sel mewah tersebut tidak cocok dengan seorang karena merasa "jijik" ato "alergi" ma orang "biasa", maka ditendanglah si napi tersebut ke sel yang lain dan bergabung menjadi 1 dengan para napai yang lain.

"You can't beat a good euphonious"

No comments:

Post a Comment